Minggu, 17 Januari 2021

Galang Dana

Kupi Ah dan Dhuafa Tersenyum Galang Donasi https://matabanua.co.id/2021/01/17/kupi-ah-dan-dhuafa-tersenyum-galang-donasi/

Banjir abad XIX

Hari ini, 92 tahun yang lalu,tepatnya pada hari Jum'at tanggal 13 Januari 1928, kala itu  kabupaten Hulu Sungai Tengah masih bernama "DE ONDERAFDEELING BARABAI", banjir besar pernah menenggelamkan hampir seluruh daratan kota Barabai.

Menurut G. L. TICHELMAN yang menjabat sebagai controleur (bupati) saat itu, banjir tersebut sempat melumpuhkan kota Barabai selama 30 jam dan ketinggian air di alun -alun kota mencapai kurang lebih 45 cm. Sementara debit air sungai Barabai yang berada di Pagat mencapai titik tertinggi, yakni 190 meter kubik perdetik.

Masih menurut G. L. TICHELMAN, 7 minggu sebelumnya, pada hari Jum'at tanggal 2 Desember 1927, Birayang juga tidak luput dari terjangan banjir, menyusul hujan lebat hampir seharian di daerah hulu. Hal ini menyebabkan sungai Batang Alai meluap secara tiba - tiba. Derasnya air yang bercampur dengan material hutan (RABA menurut bahasa lokal) menghantam tiang besi jembatan Birayang hingga mengakibatkan jembatan yang panjangnya 46 meter tersebut runtuh.

Sumber :
Buku Tijdschrift Van Het Koninklijk Nederlandsch Aardrijkskundig Genootschap
Tweede Serie Deel XLVIII 1931.
Halaman 464 dan 466.

Mungkin lantaran alasan ini, pemerintah Hindia Belanda enggan melakukan penambangan di daerah ini. Padahal mereka tahu di bagian timur  onderafdeeling ini, dari Haruyan di selatan hingga Batang Alai Timur di utara kaya akan batu bara dan mineral lainnya,
#SaveMeratus
#savemeratusHST.

Kamis, 14 Januari 2021

Renungan Musibah

Dari ' Auf bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

خِيَارُ أَئِمَّتِكُمُ الَّذِينَ تُحِبُّونَهُمْ وَيُحِبُّونَكُمْ وَيُصَلُّونَ عَلَيْكُمْ وَتُصَلُّونَ عَلَيْهِمْ وَشِرَارُ أَئِمَّتِكُمُ الَّذِينَ تُبْغِضُونَهُمْ وَيُبْغِضُونَكُمْ وَتَلْعَنُونَهُمْ وَيَلْعَنُونَكُمْ ». قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَلاَ نُنَابِذُهُمْ بِالسَّيْفِ فَقَالَ « لاَ مَا أَقَامُوا فِيكُمُ الصَّلاَةَ وَإِذَا رَأَيْتُمْ مِنْ وُلاَتِكُمْ شَيْئًا تَكْرَهُونَهُ فَاكْرَهُوا عَمَلَهُ وَلاَ تَنْزِعُوا يَدًا مِنْ طَاعَةٍ

“Sebaik-baik pemimpin kalian adalah yang kalian mencintai mereka dan mereka pun mencintai kalian. Mereka mendo’akan kalian dan kalian pun mendo’akan mereka. Sejelek-jelek pemimpin kalian adalah yang kalian membenci mereka dan mereka pun membenci kalian, juga kalian melaknat mereka dan mereka pun melaknat kalian.” Kemudian ada yang berkata, ”Wahai Rasulullah, tidakkah kita menentang mereka dengan pedang?”   Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak, selama mereka masih mendirikan shalat di tengah-tengah kalian. Jika kalian melihat dari pemimpin kalian sesuatu yang kalian benci, maka bencilah amalannya  dan janganlah melepas ketaatan kepadanya.” (HR. Muslim no. 1855)

Selasa, 12 Januari 2021

Khitan Dhuafa tersenyum

Dhuafa Tersenyum Sudah Sunat 2.500 Anak https://matabanua.co.id/2021/01/10/dhuafa-tersenyum-sudah-sunat-2-500-anak/

Sabtu, 09 Januari 2021

BALARUT BANYU

Paribasa dan ungkapan banjar, refleksi budaya oleh noorhalis majid

BALARUT BANYU

Bekerja dengan santai, tidak ada target. Seadanya saja, secukupnya. Tidak ada yang dikejar. Ikut air mengalir. Kalau arusnya lambat, lambat pula mengerjakan, seperti itulah irama pekerjaan yang dilakukan, sekedarnya, demikian arti kata balarut banyu.  

Ikut arus air, begitu arti harfianya. Melihat arus air mengalir di sungai, kadang lambat, kadang cepat. Saat lambat, akan sangat lama sampai di muara. Namun ada kalanya arusnya cepat, tidak terasa sampai di muara. Arus air sungai, dipinjam sebagai perumpamaan untuk melihat semangat dalam bekerja.

Tidak ada kemauan yang cukup kuat  mengkondisikan diri dan lingkungan agar bekerja lebih giat.  Padahal untuk dapat menjawab tantangan, harus bekerja lebih optimis, giat, bahkan lebih rajin dari orang lain. Tidak mungkin menjadi seorang yang kompetitif, bila yang dilakukan hanya sekedarnya. Sekedar mengikuti arus, tidak punya upaya membuatnya bergerak lebih laju. 

Rajin, kata kunci kesuksesan. Hampir tidak ada yang sukses tanpa rajin. Para pemalas, akan digilas oleh orang-orang rajin. Karena itu ungkapan ini mengkritik sikap sekedarnya saja. Asal ada - sekedar menggugurkan kewajiban. 

Kalau orang perorang, tentu tidak terlalu berdampak. Bayangkan bila yang balarut banyu tersebut adalah pemimpin – kepala daerah – kepala dinas – ketua lembaga. Maka sikapnya yang sekedarnya saja, akan sangat berdampak pada kemajuan Bersama, bahkan kemajuan daerah. Pemimpin jenis ini, menghabiskan waktu kerjanya hanya untuk menghadiri serimonial- belaka. Ikut apa yang sudah diagendakan, terprogram bagai robotik, tidak ada inovasi, semangat dan gairah kerja untuk maju dan membawa masyarakat serta daerahnya lebih unggul dari daerah lain.

Begitu juga bagi seorang kepala keluarga. Harus mampu menghitung berapa kebutuhan pokok yang harus dipenuhi untuk kehidupan seluruh keluarganya. Bandingkan dengan pendapatan dan potensi sumber daya yang bisa diperoleh. Kalau lebih besar kebutuhan dari pada pendapatan, maka pastilah hidup tidak berkecukupan, selalu dililit masalah.  Solusinya, harus ada upaya  lebih giat, rajin, agar mampu memenuhi kebutuhan. Dengan demikian, bekerja harus lebih optimal, tidak mungkin sekedarnya saja, sekedar balarut banyu. (nm)

Senin, 04 Januari 2021

LAZISMU BANJAR


.
02/07 lalu, Saat Masih Aktif Menjadi Amil di Lazismu Kabupaten Banjar Ulun berkesempatan berdiskusi dengan @abie_audah Ketua Yayasan Dhuafa Tersenyum.

Banyak Hal yang beliau sampaikan seperti pengalaman merintis Dhuafa Tersenyum dengan banyak tantangan  yang telah di jalani.

Selengkapnya : https://lazismubanjar.org/kabar/perkaya-pengalaman-lazismu-banjar-kunjungi-dhuafa-tersenyum/

Sabtu, 02 Januari 2021

Doa Awal Tahun

*Assalamu'alaikum wr wb*

*🌹Sahabat*

Mari kita saling mendoakan yg terbaik untuk saudara2 kita semua dan *saling memaafkan Mohon maaf lahir dan batin, memasuki tahun 2021* teriring doa : 

اَللُّهُمَّ لاَ تَدَعْ لَنَا ذَنْبًا اِلاَّ غَفَرْتَهُ،
 وَلاَ هَمًّا اِلاَّ فَرَّجْتَهُ، 
وَلاَ عَيْبًا اِلاَّ سَتَرْتَهُ، 
وَلاَ دَيْنًا اِلاَّ قَضَيْتَهُ، 
وَلاَ سَقَمًا اِلاَّ شَفَيْتَهُ، 
وَلاَ حَاجَةً اِلاَّ قَضَيْتَهَا وَيَسَّرْتَهَا،
 فَيَسِّرْ لَنَا اُمُوْرَنَا، 
وَاشْرَحْ صُدُوْرَنَا، 
وَنَوِّرْ قُلُوْبَنَا، 
وَاخْتِمْ بِالصَّالِحَاتِ اَعْمَالَنَا

1. Yaa Allah,,, tiada dosa kami melainkan Engkaulah yang mengampuninya.
2. Tiada kesedihan kami melainkan Engkaulah yang menghilangkannya.
3. Tiada ‘aib bagi kami melainkan Engkaulah yang menutupinya. 
4. Tiada hutang kami melainkan Engkaulah yang (memudahkan) pembayarannya. 
5. Tiada penyakit pada kami melainkan Engkaulah yang menyembuhkannya. 
6. Tiada hajat kami melainkan Engkaulah yang memenuhi dan yang memudahkanya, 
7. maka berilah kemudahan dalam semua urusan kami,
8. bukalah hati kami, 
9. terangilah kalbu kami.
10. dan tutuplah semua amal kami dengan kebaikan. Aamiin.🤲🤲