Kamis, 19 Maret 2020

Respon CORONO

(repost wag🙏) Hindari penggunaan hadis dha'if dalam mencegah penyebaran virus Corona.
(Mengutip Catatan Prof DR M Anton Atthoillah. M. Ag. GB UIN Bandung)
 

Dalam keadaan yang genting seperti saat ini ketika pandemi Covid-19 telah menjadi wabah yang mengglobal dan telah menginfeksi ratusan ribu ummat manusia dan menyebabkan puluhan ribu manusia meninggal dunia, maka para ulama dan ahli agama supaya berhati hati dalam berfatwa dan hanya menggunakan dalil dalil yang otoritatif dalam membimbing ummat. Diantaranya, hendaknya hanya menggunakan hadis hadis yang shahih dan meninggalkan hadis dha'if dalam berhujjah.
 Diantara hadis hadis dha'if yang sering digunakan adalah:

1. Hadis Dha'if 1.
Dari Anas bin Malik رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ اللهَ تَعَالَى إِذَا أَنْزَلَ عَاهَةً مِنَ السَّمَاءِ عَلَى أَهْلِ الأرْضِ صُرِفَتْ عَنْ عُمَّارِ الْمَسَاجِدِ. 

Sesungguhnya apabila Allah ta'ala menurunkan penyakit dari langit kepada penduduk bumi maka Allah menjauhkan penyakit itu dari orang-orang yang meramaikan masjid. 

Hadits riwayat Ibnu Asakir (juz 17 hlm 11) dan Ibnu Adi (juz 3 hlm 232).

Hadis ini dinyatakan sebagai hadis dhaif oleh Nashir al-Din al-Albani dalam kitab Silsilat al-ahadits al-Dho'ifat wa al-Maudhu'at, juz IV, hal. 222, hadis no. 1851.

2. Hadis Dha'if 2.
Dari Anas bin Malik رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذا أرَادَ الله بِقَوْمٍ عاهةً نَظَرَ إِلَى أهْلِ المَساجِدِ فَصَرَفَ عَنْهُمْ 

Apabila Allah menghendaki penyakit pada suatu kaum, maka Allah melihat ahli masjid, lalu menjauhkan penyakit itu dari mereka.

Riwayat Ibnu Adi (juz 3 hlm 233); al-Dailami (al-Ghumari, al-Mudawi juz 1 hlm 292 [220]); Abu Nu'aim dalam Akhbar Ashbihan (juz 1 hlm 159); dan al-Daraquthni dalam al-Afrad (Tafsir Ibn Katsir juz 2 hlm 341).

Hadis ini adalah hadis dha'if. (lihat Nashiruddin al-Albani, Shahih wa Dha'if al-Jami' al-Shoghir, juz IV, hal. 380, hadis no. 1358).

3. Hadis Dha'if 3.
Sahabat Anas bin Malik رضي الله عنه berkata: "Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:

يَقُولُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: " إِنِّي لَأَهُمُّ بِأَهْلِ الْأَرْضِ عَذَابًا فَإِذَا نَظَرْتُ إِلَى عُمَّارِ بُيُوتِي والْمُتَحَابِّينَ فِيَّ والْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ صَرَفْتُ عَنْهُمْ "

Allah عز وجل berfirman: "Sesungguhnya Aku bermaksud menurunkan azab kepada penduduk bumi, maka apabila Aku melihat orang-orang yang meramaikan rumah-rumah-Ku, yang saling mencintai karena Aku, dan orang-orang yang memohon ampunan pada waktu sahur, maka Aku jauhkan azab itu dari mereka.

Riwayat al-Baihaqi, Syu'ab al-Iman [2946].

Hadis ini dho'if Jiddan. (Lihat Nashiruddin al-Albani, Kitab Shahih wa Dha'if al-Jami' al-Shaghir, juz 9, hal. 121, hadis no. 3674).

4. Hadis Dha'if 4

Sahabat Anas bin Malik رضي الله عنه berkata, Rasulullah ﷺ bersabda:

"إِذَا عَاهَةٌ مِنَ السَّمَاءِ أُنْزِلَتْ صُرِفَتْ عَنْ عُمَّارِ الْمَسَاجِدِ" 

Apabila penyakit diturunkan dari langit, maka dijauhkan dari orang-orang yang meramaikan masjid.

Riwayat al-Baihaqi, Syu'ab al-Iman [2947]; dan Ibnu Adi (juz 3 hlm 232). Al-Baihaqi berkata: "Beberapa jalur dari Anas bin Malik dalam arti yang sama, apabila digabung, maka memberikan kekuatan (untuk diamalkan)".

Hadis ini Dha'if. (Lihat Nashiruddin al-Albani, al-Silsilah al-Dha'ifah, juz IV, hal. 350, hadis no. 1851).

Adapun hadis-hadis shahih yang bisa dijadikan sebagai hujjah dalam membimbing ummat untuk menghadapi wabah penyakit antara lain sebagai berikut:

1. Hadis Shahih 1.
Hadits Shahih Riwayat Bukhari dan Muslim.

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الطَّاعُونُ آيَةُ الرِّجْزِ ابْتَلَى اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ بِهِ نَاسًا مِنْ عِبَادِهِ فَإِذَا سَمِعْتُمْ بِهِ فَلَا تَدْخُلُوا عَلَيْهِ وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلَا تَفِرُّوا مِنْهُ

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tha'un (wabah penyakit menular) adalah suatu peringatan dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala untuk menguji hamba-hamba-Nya dari kalangan manusia. Maka apabila kamu mendengar penyakit itu berjangkit di suatu negeri, janganlah kamu masuk ke negeri itu. Dan apabila wabah itu berjangkit di negeri tempat kamu berada, jangan pula kamu lari daripadanya." (HR Bukhari dan Muslim dari Usamah bin Zaid).

2. Hadis Shahih Riwayat Bukhari dan Muslim

قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُورِدَنَّ مُمْرِضٌ عَلَى مُصِحٍّ
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Janganlah  yang sakit dicampurbaurkan dengan yang sehat." (HR Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)

Hadis Shahih 3.

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ

 Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak boleh berbuat madlarat dan hal yang menimbulkan madlarat." (HR Ibn Majah dan Ahmad ibn Hanbal dari Abdullah ibn 'Abbas)

4. Hadis Shahih 4

Hadis Sahih Riwayat Bukhari dan Muslim tentang Anjuran Sholat di rumah ketika hujan pada siang hari Jum'at.
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ أَنَّهُ
قَالَ لِمُؤَذِّنِهِ فِي يَوْمٍ مَطِيرٍ إِذَا قُلْتَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ فَلَا تَقُلْ حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ قُلْ صَلُّوا فِي بُيُوتِكُمْ قَالَ فَكَأَنَّ النَّاسَ اسْتَنْكَرُوا ذَاكَ فَقَالَ أَتَعْجَبُونَ مِنْ ذَا قَدْ فَعَلَ ذَا مَنْ هُوَ خَيْرٌ مِنِّي إِنَّ الْجُمُعَةَ عَزْمَةٌ وَإِنِّي كَرِهْتُ أَنْ أُخْرِجَكُمْ فَتَمْشُوا فِي الطِّينِ وَالدَّحْضِ
dari Abdullah bin Abbas dia mengatakan kepada muadzinnya ketika turun hujan (pada siang hari Jum'at), jika engkau telah mengucapkan "Asyhadu an laa ilaaha illallaah, asyhadu anna Muhammadan Rasulullah, " maka janganlah kamu mengucapkan "Hayya alash shalaah, " namun ucapkanlah shalluu fii buyuutikum (Shalatlah kalian di persinggahan kalian)." Abdullah bin Abbas berkata; "Ternyata orang-orang sepertinya tidak menyetujui hal ini, lalu ia berkata; "Apakah kalian merasa heran terhadap ini kesemua? Padahal yang demikian pernah dilakukan oleh orang yang lebih baik dariku (maksudnya Rasulullah saw). Shalat jum'at memang wajib, namun aku tidak suka jika harus membuat kalian keluar sehingga kalian berjalan di lumpur dan comberan."  (HR. Bukhori Muslim dari Abdullah ibn Abbas).

5. Hadis Shahih 5.
Hadis panjang riwayat Bukhari Muslim yang artinya sbb.

Pada suatu ketika 'Umar bin Khaththab pergi ke Syam. Setelah sampai di Saragh, pimpinan tentaranya di Syam datang menyambutnya. Antara lain terdapat Abu "Ubaidah bin Jarrah dan para sahabat yang lain. Mereka mengabarkan kepada 'Umar bahwa wabah penyakit sedang berjangkit di Syam. Umar kemudian bermusyawarah dengan para tokoh Muhajirin, Anshor dan pemimpin Quraish.
Lalu 'Umar menyerukan kepada rombongannya; 'Besok pagi-pagi aku akan kembali pulang. Karena itu bersiap-siaplah kalian! ' Abu 'Ubaidah bin Jarrah bertanya; 'Apakah kita hendak lari dari takdir Allah? ' Jawab 'Umar; 'Mengapa kamu bertanya demikian hai Abu 'Ubaidah? Agaknya 'Umar tidak mau berdebat dengannya. Dia menjawab; Ya, kita lari dari takdir Allah kepada takdir Allah. Bagaimana pendapatmu, seandainya engkau mempunyai seekor unta, lalu engkau turun ke lembah yang mempunyai dua sisi. Yang satu subur dan yang lain tandus. Bukanlah jika engkau menggembalakannya di tempat yang subur, engkau menggembala dengan takdir Allah juga, dan jika engkau menggembala di tempat tandus engkau menggembala dengan takdir Allah? ' Tiba-tiba datang 'Abdurrahman bin 'Auf yang sejak tadi belum hadir karena suatu urusan. Lalu dia berkata; 'Aku mengerti masalah ini. Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Apabila kamu mendengar wabah berjangkit di suatu negeri, janganlah kamu datangi negeri itu. Dan apabila wabah itu berjangkit di negeri tempat kamu berada, maka janganlah keluar dari negeri itu karena hendak melarikan diri.' Ibnu 'Abbas berkata; 'Umar bin Khaththab lalu mengucapkan puji syukur kepada Allah, setelah itu dia pergi.' (HR Bukhari dan  Muslim).

 *(Dr Agung Danarta, sekretaris PP Muhammadiyah [Dosen Ilmu Hadits UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta])*

Rabu, 11 Maret 2020

Muammar Qhadaffi

MUAMMAR KHADAFFI

Pemimpin yg pro akan rakyatnya, namun jadi korban propaganda kapitalis barat & zionis...

Minggu ini menandai enam tahun pembunuhan Presiden Libya Moammar Khadaffi. Saat itu, Khadaffi sedang melarikan diri dari Tripoli ke Sirte, akibat serangan jet tempur barat AS NATO barbar di ibukota Libya yang makin menjadi sejak penerapan no-fly-zone.

Perjalanannya terhenti di tengah jalan ketika jet Perancis dan drone AS menghancurkan konvoi mobilnya. Terluka, presiden Khadaffi terseok-seok bersembunyi di saluran got, sebelum ditangkap oleh 'pemberontak' buatan AS dan Perancis.

"Jangan tembak, jangan tembak,” kata Khadafi kepada sejumlah tentara NTC yang menyeretnya dari gorong-gorong, seperti dilansir dari Telegraph

Khadafi diarak di jalan setelah diseret dari gorong-gorong. Dengan kepala bersimbah darah dengan busana nyaris tanggal seluruhnya, Khadafi menjadi bulan-bulanan sejumlah tentara
yang tampak puas dengan kemenangannya. Ada yang menodongkan pistol. Ada yang menjambak rambutnya. Beberapa kali Khadafi terjatuh sambil
mengusap wajahnya yang bersimbah darah

Saat tertangkap, Khadafi sudah bersimbah darah. Terluka saat menghindari serangan tentara NATO dan NTC, beberapa menit sebelumnya.
Ketika Kadafi ditangkap dan pemberontak mengelilinginya, Kadafi seperti orang idiot

Khadaffi dihajar secara membabi-buta oleh orang yang notabene rakyatnya sendiri. Orang-orang yang telah diantarnya sebagai pemilik GDP tertinggi per kapita di dunia, memiliki angka harapan hidup terpanjang dan angka kemiskinan yang bahkan lebih rendah dibanding Kerajaan Belanda.

Ia disodomi dengan gagang pisau oleh orang yang notabene rakyatnya sendiri yang sudah diprovokasi oleh pemberontak propaganda barat AS NATO barbar, rakyat rela membunuh yang mengantarkannya untuk menikmati pendidikan gratis, layanan kesehatan gratis, listrik gratis, pinjaman tanpa bunga, hingga apartemen gratis saat mereka menikah.

Ia ditembak di kepala dan di dada oleh orang yang notabene rakyatnya sendiri, yang diantarkannya memenuhi universitas-universitas, yang dikuliahkannya ke luar negeri, lengkap dengan gaji bulanan dan mobil, yang tetap diberi tunjangan meski menganggur setelah lulus.

1986, Khadaffi sempat lolos dari maut. Jet tempur AS menjatuhkan bom seberat 1 ton di barak Khadaffi di Bab al-Azizya. Bom itu tepat jatuh di tempat tidurnya, membunuh putrinya yang berusia 2 tahun, yang sering tidur bersamanya. Malam itu, ia tak berada di tempat.

Baik atau buruk, Khadaffi hanyalah seorang Bedouin yang lahir dalam tenda. Ia membenci kemiskinan dan korupnya dunia Arab, yang didominasi dan dieksploitasi oleh AS, Perancis dan Inggris. Ia juga merupakan pendukung Palestina, Nelson Mandela, Tentara Republik Irlandia dan separatis Basque.

Kini rakyat Libya menyesal telah menggulingkan Kadaffi, Libya Telah hancur, Libya telah dalam genggaman barat AS NATO. Rakyat menjadi budak, yang menikmati adalah elit-elit yang rakus kekuasaan. Pilihan revolusi jauh dari harapan.

"Ketika kami berdemonstrasi menjatuhkan Kadaffi kami bermimpi akan menikmati kekayaan negara ini, sekarang kami menyesal".
.
Kini kami di kelilingi oleh penjahat dan gembong yg haus perang , dan haus akan minyak , kehidupan sangat susah , kemiskinan meningkat dan siang malam kami hidup dalam ketakutan.

Penyesalan selalu datang terlambat.
Nikmati lah sekarang hasil SARACEN orang yg haus akan kekuasaan dan minyak.

Rest in Peace, Colonel !!!

BELAJARLAH DARI PENGALAMAN dan BELAJARLAH DARI SEJARAH..

Cukup sudah Libya, Irak, Suriah dan beberapa negara di Timur Tengah yang hancur dan seluruh rakyat yang terlibat menghancurkan negaranya menyesal yang sudah terasut propaganda barat fitnah hoax, Indonesia tak boleh mengikuti jejak kehancuran akibat kebodohan dan kekonyolan ini.. Sadarlah !!! Waspadalah !!!
Jangan mau kita diadu domba sehingga jadi terpecah belah nya bangsa ini, marilah kita pikirkan kesejahteraan anak cucu kita kedepannya... 
SALAM DAMAI .....
Share sebanyak2nya agar masyarakat memahami situasi dg belajar dari pengalaman negara lain

PERTEMANAN

RENUNGAN PAGI
Assalamualaikum wr.wb

*PERTEMANAN*

Teman  adalah  *Menyayangi*, bukan 
*Menyaingi* 
 
Teman  adalah  *Mendidik*, bukan 
*Membidik* 

Teman itu *Merangkul*,  bukan *Memukul* 

Teman itu *Membina*, bukan  *Menghina* 

Teman itu *Mencurahkan*,bukan *Memurahkan* 

Teman itu *Mencari Solusi* bukan *Mencari  Sensasi* 

Teman adalah *Membutuhkan*, bukan    *Meruntuhkan* 

Teman itu *Menghargai*, bukan *Melukai* 

Kadang Teman  yang suka  *MENTRAKTIR* atau MEMBANTU  kita, BUKAN  karena mereka *BERLEBIHAN tapi... karena mereka *MENGHARGAI*

Ada teman yang selalu  *SHARE WA* ke kita, bukan karena merasa *PINTAR* tapi... karena *INGAT*  pada  *KITA*.

Suatu Hari ada yang mengingatkan tentang *AGAMA* dan *IMAN*.
Bukan karena *MERASA BAIK* dan *SUDAH SEMPURNA* 
tapi.... itulah perwujudan 
 "PERTEMANAN"

Suatu saat, kita semua akan *TERPISAH*, baik oleh *JARAK, WAKTU* maupun *AJAL* yang akan menjemput kita 

*NAMUN ADA TEMAN YANG TERUS MENDOAKAN KITA*  

Suatu saat *Anak-Anak* dan *Cucu-Cucu* kita akan bertemu mereka dan bercerita... *Dulu Kita* 
*Pernah Menjalin* *Pertemanan**Bersama.* 

Pertemanan *Tidak Mencari-cari Kesalahan* tapi Menutupi kesalahan jika itu hal yg tidak berguna 

*PERTEMANAN BERLANDASKAN HATI YANG TULUS DAN IKLAS* 

Pertemanan akan terus *Berlangsung* walau banyak sekali *Halangannya* 

Pada satu Waktu Sebagian cuma memperhatikan *KESUKSESAN* kita, tapi... ada Sebagian Teman yg peduli akan kondisi *KESEHATAN* kita, maka 
itulah *Pertemanan yang Sejati.*

Suatu hari kita *Terlena Dalam* *Canda dan Tawa* 
Tapi... ada yang mengingatkan agar kita tidak pernah *Lalai*.

Temanku...
Meskipun tidak sering *BERTEMU* , tapi... selalu *DIINGAT* , 

Itulah *TEMAN* 

*BAGUNLAH PERTEMANAN DENGAN PENUH KEIKHLASAN* 

*JADILAH TEMAN YANG DAPAT MEMBERI NILAI POSITIF DAN MEMBANGUN...YANG BISA MENJADIKAN KITA PRIBADI YANG LEBIH BAIK...DENGAN BERTEMAN BUKAN BERARTI MEMBENARKAN DAN MENGIKUTI PERBUATAN YANG SALAH TETAPI MEMNGINGATKkAN DAN MEMPERBAIKI MENJADI BENAR...SEHINGGA PERTEMANAN MEMBERI DAMPAK POSITIF DAN BERARTI SEBAGAI TEMAN* 

"SALAM PERTEMANAN BAGI KITA SEMUA"


AMIN 🙏

Senin, 09 Maret 2020

ISLAM VS TERORIS

Mengenang Marwa El Sherbini.

Perempuan cantik berhijab ini bernama Dr Marwa El Sherbini, seorang apoteker kelahiran Mesir.
Pada saat usianya 32 tahun Marwa bersama anaknya yg berusia 3 tahun serta suaminy Elvi Ali Okaz hijrah dari mesir menuju jerman.
Saat itu suaminya mendapat  kandidat Doktor di Max Planck Institute untuk Biologi sel molekuler dan genetik di kota Dresden  

Suatu sore, marwa mengajak anak nya yg berusia 3 th tuk bermain di taman di sekitar tempat tinggal mereka.
Saat tengah bermain  tiba2 mereka di dekati seorang laki2  dia bernama Alex Wiens, seorang pemuda   rusia , ( 28 tahun ) yang di anggap mengalami kelainan jiwa kronik psikologis.  Alex Wiens berteriak dan mengatakan marwa adalah seorang teroris.
Sudah tentu marwa kaget dan tidak bisa menerima tuduhan itu. 
Marwa berusaha berbicara baik2  tetapi laki2 itu terus berteriak , memaki marwa dan menuduh nya teroris dengan kata kata yg kasar, bahkan laki- laki jahat itu berusaha menarik kerudung yang dikenakan marwa...
Kejadian tersebut disaksikan oleh warga sekitar yang sedang berada di taman , tapi tak ada seorangpun yang berusaha menolong perempuan malang itu..
Pola pikir sebagian besar bangsa dan masyarakat barat saat itu tengah terjangkiti oleh virus #Islamophobia mereka menganggap bahwa Islam adalah agama yang mengajarkan kebencian. Akal pikiran mereka sudah sangat teracuni oleh peristiwa pengeboman menara WTC (menara kembar ) di Amerika ( pada tahun 2001 ) Padahal  sesungguhnya pengeboman itu adalah suatu konspirasi yang sagat busuk , yang dilakukan oleh mereka pembenci Islam untuk menistakan Dien ini.

Marwa kemudian menelepon polisi setempat untuk melaporkan kejadian tersebut. Tak lama beberapa mobil polisi mendatangi taman.
Marwa menjelaskan duduk persoalan yang dialaminya, dalam permasalahan tersebut Alex wiens dinyatakan bersalah karena telah menuduh marwa seorang teroris. Dan dia harus membayar denda sebesar 380 euro.
Laki laki jahat itu tidak terima, dia sakit hati dan terus menuduh marwa seorang teroris,  dan kata kasar lainya.

Kasus ini akhirnya di bawa ke pengadilan, 
Selama di pengadilan  The Landgericht Dresden  marwa di dampingi oleh anak nya yg berusia 3 tahun dan juga suaminya.
Dalam persidangan tersebut marwa memberikan kesaksian atas peristiwa yang dialaminya. Sementara, manusia jahat itu,  terus meneriaki marwa seorang teroris
November 2008, Alex wiens dinyatakan bersalah , dan di kenai denda sebesar 780 euro.

Sidang masih berlanjut. Pada tangggal 1juli 2009, manusia jahat itu memberikan kesaksiannya.
Di hadapan hakim dan semua orang yang hadir dalam persidangan itu dia mengatakan, "semua muslim adalah teroris, begitu juga marwa. Dan teroris harus segera angkat kaki dari kota ini"
Hakim memutuskan penghentian sidang tuk sementara.
Marwa bersama suami nya Elvi ali okaz dan anak mereka berjalan meninggalkan ruang sidang, di saat itu Alex Weins mengeluarkan sebuah  pisau yang telah dipersiapkan  dari rumah lalu bergegas menghampiri marwa, dan menghujamkan pisau nya pada  tubuh perempuan  yang sedang hamil 3 bulan tersebut sebanyak 18 kali.
Elvi ali okaz yang berusaha menolong istri nya juga terkena beberapa tusukan pada leher dan kepalanya.

Saat itu ruang sidang mendadak gaduh dengan teriakan histeris dan situasi nya sangat kacau.
Beberapa orang polisi segera menangkap Alex wiens dan mengamankan ruang sidang.
Sementara beberapa orang lainnya berinisiatif tuk menolong marwa dan suaminya. Mereka berdua segera di larikan ke rumah sakit.

Tapi terlambat, nyawa perempuan jelita berhijab yang tengah hamil tiga bulan itu tak dapat di selamatkan. 
Marwa El Sherbini wafat di ruang sidang pada tanggal 1 juli 2009 , setelah memberi kesaksian dalam mempertahankan dan membela hak hak nya sebagai muslimah... Sedang suaminya Elvi ali okaz, tak sadarkan diri dan sempat koma selama beberapa hari.

Jenazah marwa di bawa ke kota mesir 
Lautan manusia menyambut nya..jutaan warga mesir turun ke jalan tuk menghadiri pemakaman syahidah Marwa el sherbini.

Sementara di Jerman sekitar 2000 orang warga mesir dan warga asing memanjatkan doa untuk marwa di masjid Dar Al Salam di kota Berlin.

Peristiwa  kejam ini mendapat perhatian dari seluruh dunia, khususnya dunia islam. 
Meskipun pemerintah dan media Jerman yang sangat rasisme telah berusaha untuk menutupinya.

Sejatinya Hijab bagi seorang Marwa el Sherbini adalah jati diri seorang muslimah serta eksistensi perjuangannya ....karenanya tidak ada seorang pun yang pantas menghina ataupun menuduh seorang perempuan berhijab sebagai teroris.

#worldHijabDay
#Say_no_to_Islamophobia
#MarwaElSherbini

(Di rangkum dari berbagai sumber, oleh Vera Masrura)

Nasehat Guru kepada Muridnya

*DETIK2 WAFATNYA WALIYULLOH ABAH GURU KH. SEMMAN MULYA AL - BANJARI √*

Guru Semman Mulya beliau adalah Paman dan sekaligus Gurunya Abah Guru Sakumpul, pernah menasehati dengan sebuah amsal/ perumpamaan :

"Nak, Kalau kamu makan, jangan langsung ditelan.
Dikunyah dulu baru ditelan.
Makanan yang lembut pun perlu juga dikunyah dulu, apalagi makanan yang keras".

Maksud dari nasehat ini, apabila kita di hina orang lain, jangan dibalas, jangan tersinggung. Dipikirkan dulu hinaan orang lain itu. Kalau memang benar hinaan itu, maka artinya  memang kita yang salah.
Kita sebagai seorang hamba, sering berbuat dosa.

Walau bagaimana pun orang menghina, tetap diam. Kalau memang salah jua apa yang dihinakannya, maka dia juga yang berdosa, karena memfitnah orang lain.

Maka dari itu, Abah Guru Sakumpul sudah sejak dulu dihina, bahkan ingin diracuni oleh orang yang tidak suka oleh pembenci beliau, namun beliau tetap diam. Bahkan beliau mendoakan kepada yang menjahati ini mudah-mudahan Selamat Dunia Akhirat.

Sehari sebelum wafat nya Guru Semman Mulya, Guru Sakumpul yang membersihkan kuku-kuku Beliau, dari tangan sampai kaki.
Guru Sakumpul pun bertanya kepada Guru Semman Mulya.

Abah Guru Sakumpul :  Besok pulang kan ?
Guru Semman : "InsyaAllah"..

Abah Guru Sakumpul : "siapa yg memandikan ?
Guru Semman : "kamu..

Abah Guru Sakumpul : "siapa yg me'imami ?"
Guru Semman : "kamu..

Abah Guru Sakumpul : "siapa yg baca Talqin?"
Guru Semman :"kamu.

Abah Guru Sakumpul : "siapa yg memasukkan dlm kubur ?"
Guru Semman :"teserah".

Abah Guru Sakumpul :"siapa yg baca tahlil ?"
Guru Semman :"teserah"

Abah Guru Sakumpul : "siapa yg baca doa Arwah ?
Guru Semman :"teserah"

Abah Guru Sakumpul :"gimana kalo disholatkan di rumah?"
Guru Semman : Bagus".

Abah guru : dibawa ke Sakumpul dan disholatkan di Musholla Ar-Raudhah ?"
Guru Semman : "Bagus".

Abah Guru Sakumpul : bagaimana umpama dibawa pakai mobil ambulance ?
lalu Guru Semman pun terdiam.
Ujar Abah Guru Sakumpul : "mobil ambulance punya kita juga".
Guru Semman : "Bagus".

Abah Guru Sakumpul : "bagaimana kalo dijaga polisi ?"
Guru Semman : "Bagus".

Setelah itu Abah Guru bertanya tentang para jama'ah dan murid2 beliau :
"Abah guru, bagaimana dengan murid-murid Sampeyan pengajian pada hari Sabtu perempuan ?"
Guru Semman Mulya dengan isyarat tangan menunjuk ke arah Sakumpul.

Kemudian Guru Semman Mulya meminta diambilkan selembar kertas. lalu Abah Guru Sakumpul mengambil kertas dan sebuah pulpen. 
Waktu itu Guru Semman Mulya mulai merasa sesak nafas sambil berkata :
"tulis. Wasiat Haji Semman Mulya.
"Kalau meninggal dunia, MAKAMKAN DI SAKUMPUL".

Setelah beliau berkata seperti itu.
Beliau pun menangis.
Wasiat beliau selanjutnya "Uang yg ada di lemari besi, sepertiga untuk kebaikan2 Akherat termasuk bearwah"
Wasiat ke-3 beliau "Siti adik perempuan Beliau. bawa ke Sakumpul". Setelah mendengar hal itu, maka gembiralah hati adik perempuan Guru Semman Mulya karna beliau sudah sangat lama menantikan bisa berkumpul satu rumah bersama Kakak beliau, yaitu Hj. Masliah yang tak lain adalah Ibu dari Abah Guru Sakumpul 

Selanjutnya, "Muhammad dan Maisarah dua Anak dari Guru Semman Mulya.
Beliau sambil menunjukan tangan beliau ke atas artinya kedua anak beliau yakni Muhammad dan Maisarah diserahkan kepada Allah.
Dan yg terakhir Guru Semman memberi isyarat kepada Abah Guru Sakumpul untuk minta "Talqin akan saat itu juga. Setelah itu Abah Guru Sakumpul mendekat ke telinga beliau, lalu Guru Semman memejamkan kedua mata beliau.
Selesai Abah Guru Sakumpul menalqinkan ke telinga Guru Semman Mulya, Abah Guru Sakumpul dan Guru Semman bersalaman, dan berpelukan.
Setelah itu tidak ada lagi yg dibicarakan.

Waktu pun berjalan, sampai ketika waktu subuh.Guru Semman mandi dan berwudhu sendirian, kemudian Abah Guru Sakumpul pun menyiapkan pakaian untuk beliau sholat, sarung putih dan, kopiah putih. setelah berpakaian, Guru Semman duduk di sajadah. setelah itu beliau bersiap-siap untuk melaksanakan sholat Shubuh, membaca niat Sholat subuh, Takbiratul Ihram, Ruku' , I'tidal, pas Sujud pertama tidak bangun-bangun lagi.
"Inanalillahi Waa Innalillahi'Roji'uun.
Telah berpulang ke Rahmatullah".
Syekh K. H. Semman Mulya, tepat pada hari Selasa akhir bulan Jumadil Akhir. sesudah waktu sholat Shubuh tepat pada sujud yg pertama di raka'at yg pertama.
Subhaanallooh

AllooHumma Sholli 'Alaa Sayyidinaa Muhammad wa 'Alaa AaliHii wa ShohbiHii wa Baarik wa Sallim Ajma'iin.

PRIBAHASA BANJAR

Paribasa banjar, refleksi budaya oleh noorhalis majid

TA AMUH-AMUH

Tidak terkelola, terurus. Kehilangan induk semang, kocar-kacir, kacau balau. Bisa pula kehilangan arah, terombang-ambing tanpa kedali, itulah yang dimaksud dengan ta amuh-amuh, suatu kondisi tidak ideal, tidak diharapkan. 

Berasal dari kata camuh yang berarti tidak karuan. Ada pula yang membaliknya, camuh  menjadi mucai, artinya sama saja, tidak karuan, tidak patuh pada aturan, terombang abing tidak tentu arah. Bahkan mucai, menjadi karakter yang mempengaruhi lingkungannya. 

Ada dua hal yang sering disebut ta amuh-amuh, pertama adalah pekerjaan, dan kedua adalah kehidupan keluarga atau rumah tangga. Menyangkut pekerjaan, bila manajemen pelaksanaan pekerjaan tidak dikuasai maka kemungkinan menjadi kacau balau sangat besar. Apalagi bila ada faktor X, baik faktor dari luar ataupun dari dalam yang mempengaruhi, sehingga membuat pekerjaan menjadi tidak karuan. Misalnya karena ada yang menyimpangkan uang untuk tujuan pribadi. Ada korupsi, sehingga pekerjaan menjadi terbengkalai, tidak tuntas, tidak sesuai hasil, ta amuh-amuh.

Menyangkut kehidupan keluarga atau rumah tangga, bila terjadi konflik dikeluarga, hingga mengakibatkan perceraian, dapat dipastikan anak-anak dan seluruh anggota keluarga menjadi kacau. Kehidupan rumah tangga menjadi hancur, anak-anak pun hidupnya kemungkinan akan ta amuh-amuh.

Dibandingkan soal pekerjaan, kehidupan keluarga yang ta amuh-amuh, pasti lebih berat. Tidak mudah menata, memperbaiki keluarga yang hancur berantakan. Bukan hanya memberi pengaruh pada orang perorang dalam keluarga, tapi juga memberi dampak pada lingkaran lingkungan kedua belah pihak keluarga. Hubungan dua keluarga menjadi rusak. Semula harmonis menjadi tidak baik.

Paribasa ini mengingatkan tentang hidup yang harus dikelola dengan sebaik-baiknya. Bahwa hidup memiliki tujuan, arah. Bagaimana memahami tujuan hidup, merumuskannya dan menyepakati bersama orang terdekat yang ikut menjalaninya. Tidak ada cara lain, kecuali dengan ilmu. Maka wajib menuntut ilmu, sehingga mengerti tentang tujuan hidup, mampu menjalani hidup dengan sebaik-baiknya. 

Sudah lama diyakini, tanpa ilmu, hidup tidak akan terarah. Sudah pula diketahui, semua hal sudah ada ilmunya. Tinggal mempelajari. Ilmu menjalankan pekerjaan disebut manajemen. Ilmu menjalani kehidupan keluarga, rumah tangga, ada pada tuntunan agama, papadah urang tuha, dan banyak suri tauladan yang dapat menjadi pelajaran hidup. Bila semua dipatuhi, dijadikan pegangan secara konsisten, maka hidup tidak akan ta amuh-amuh. (nm)

Zaman dulu vs Zaman sekarang

Seorang anak muda bertanya kepada kakeknya :
 "Kakek! Bagaimana orang-orang jaman anda tinggal sebelumnya dengan :

Tidak ada teknologi
Tidak ada pesawat
Tidak ada internet
Tidak ada komputer
Tidak ada TV
Tidak ada AC
Tidak ada mobil
Tidak ada ponsel ? "

Kakeknya menjawab:

"Seperti bagaimana generasi Anda hidup hari ini

Tidak ada doa
Tidak ada belas kasihan
Tidak ada kehormatan
Tidak ada hormat
Tidak ada karakter
Tidak ada malu
Tidak ada sopan santun "
Tidak ada toleransi
Tidak ada kepekaan

Kami, orang-orang yang lahir antara tahun 1950-1970 adalah orang-orang yang beruntung ...
*Hidup kita adalah bukti hidup.*

👉Sementara bermain dan mengendarai sepeda, kami tidak pernah memakai helm.

👉Setelah sekolah, kami bermain sampai senja; Kami tidak pernah menonton TV.

👉Kami bermain dengan teman sejati, bukan teman internet.
        
👉 Jika kita merasa haus, kita minum air keran bukan air kemasan.
           
 👉Kita tidak pernah sakit berbagi segelas minuman dengan 4 teman.
           
👉Kita tidak pernah mikir bobot makan nasi tiap hari.
             
👉Tidak ada yang terjadi pada kaki kita meski bertelanjang kaki tanpa alas kaki.

👉Kami tidak pernah menggunakan suplemen untuk menjaga kesehatan diri.
             
👉Kami biasa membuat mainan sendiri dan bermain dengan mereka.
             
 Orang tua kita tidak kaya. Mereka memberi cinta .. bukan bahan duniawi.
             
👉Kami tidak pernah memiliki ponsel, DVD, stasiun bermain, Xbox, video game, komputer pribadi, internet, chatting - tapi kami punya teman sejati.

 👉Kami mengunjungi rumah teman kami tanpa diundang dan menikmati makanan bersama mereka.
           
 👉Relatif tinggal di dekat keluarga sehingga waktu sangat dinikmati.
           
👉Kita mungkin ada di foto hitam putih tapi Anda bisa menemukan kenangan berwarna-warni di foto-foto itu.

👉 Kami adalah generasi yang unik dan paling mengerti, karena *kami adalah Generasi terakhir yang mendengarkan orang tuanya ....*
*dan juga Generasi yang pertama yang harus mendengarkan anaknya*.

*Kami adalah edisi TERBATAS !*    

Tulisan ini luar biasa bagus, silah kan anda simak benar atau tidak 😊💐☕