Kamis, 03 September 2020
Sabtu, 29 Agustus 2020
MARKAZ TAHFIZH ALIYATUL QURAN BANJARMASIM jalan Kayu Tangi II komplek Kejaksaan RT 005. no 19 Banjarmasim
MARKAZ TAHFIZH ALIYATUL QURAN BANJARMASIM jalan Kayu Tangi II komplek Kejaksaan RT 005. no 19 Banjarmasim
PRIBAHASA BANJAR
Paribasa dan ungkapan banjar, refleksi budaya oleh noorhalis majid
TAMPULU JADI RAJA
Mumpung berkuasa, sesuka hati menggunakan kekuasaan. Lupa diri, hanya untuk memuaskan pribadi. Tidak memperhatikan kemaslahatan yang lebih luas, berdampak panjang, termasuk memperhatikan nasib masyarakat.
Tampulu, artinya mumpung. Memanfaatkan kesempatan, situasi yang dianggap menguntungkan dirinya. Baik karena berkuasa, maupun kesempatan lainnya. Ungkapan ini menjurus pada orang yang sedang berkuasa, memimpin, tapi memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi, keluarga dan kelompoknya.
Tampulu, menjadi ungkapan kritis, karena rentannya manusia menyalahgunakan kewenangan yang melekat pada kedudukannya untuk tujuan lain dari jabatan tersebut. Disadari oleh para leluhur, kekuasaan itu sama dengan lupa. Artinya, setelah seseorang berkuasa, cenderung lupa. Tidak ingat untuk apa tujuan kekuasaan, dan bagaimana seharusnya kekuasaan dikelola, dijalankan. Sehingga justru membelokkannya untuk kepentingan lain.
Menjadi raja, bukan saja menjadi pucuk pimpinan seperti kepala daerah atau kepala negara. Namun menduduki semua level jabatan yang menempatkannya memiliki kuasa, kewenangan. Mulai dari jadi RT, Lurah, Kepala Desa, Camat, Kepala Dinas, juga berarti menjadi raja pada lingkupnya masing-masing. Semakin tinggi jabatan, semakin besar pula peluangnya menyalahgunakan jabatan.
Dalam bahasa sekarang, disebut penyalahgunaan wewenang. Artinya, mentang-mentang punya wewenang, menggunakannya wewenang untuk kepentingan yang bukan seharusnya. Disalahgunakan, dipolitisasi, atau bahkan dikorup.
Jauh sebelum ilmu pemerintahan menemukan penyakit birokrasi yang rentan menyalah gunakan wewenang, yang kemudian hari disebut maladminitrasi, kebudayaan banjar sudah mengkritik halus dengan satu ungkapan tampulu jadi raja. Bersekap mentang-mentang, karena ada jabatan yang disandangnya. Kalau tidak ada jabatan itu, sebenarnya bukanlah siapa-siapa.
Maka, harus ada kontrol atas kewenangan yang dimiliki. Berupa pengawasan, baik internal, eksternal, maupun pengawasan langsung dari rakyat sebagai pemberi mandat. Ungkapan ini, bagian dari kontrol rakyat, dalam hal ini diwakili oleh kebudayaan yang dilahirkan oleh pergumulan berbagai tata nilai, etika, moral, dan sebagainya di tengah masyarakat banjar. Menuntun agar selalu amanah saat berkuasa. Jangan tampulu, sehingga berkhianat terhadap amanah yang sudah diberikan. (nm)
Jumat, 28 Agustus 2020
Kamis, 19 Maret 2020
Respon CORONO
(repost wag🙏) Hindari penggunaan hadis dha'if dalam mencegah penyebaran virus Corona.
(Mengutip Catatan Prof DR M Anton Atthoillah. M. Ag. GB UIN Bandung)
Dalam keadaan yang genting seperti saat ini ketika pandemi Covid-19 telah menjadi wabah yang mengglobal dan telah menginfeksi ratusan ribu ummat manusia dan menyebabkan puluhan ribu manusia meninggal dunia, maka para ulama dan ahli agama supaya berhati hati dalam berfatwa dan hanya menggunakan dalil dalil yang otoritatif dalam membimbing ummat. Diantaranya, hendaknya hanya menggunakan hadis hadis yang shahih dan meninggalkan hadis dha'if dalam berhujjah.
Diantara hadis hadis dha'if yang sering digunakan adalah:
1. Hadis Dha'if 1.
Dari Anas bin Malik رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ اللهَ تَعَالَى إِذَا أَنْزَلَ عَاهَةً مِنَ السَّمَاءِ عَلَى أَهْلِ الأرْضِ صُرِفَتْ عَنْ عُمَّارِ الْمَسَاجِدِ.
Sesungguhnya apabila Allah ta'ala menurunkan penyakit dari langit kepada penduduk bumi maka Allah menjauhkan penyakit itu dari orang-orang yang meramaikan masjid.
Hadits riwayat Ibnu Asakir (juz 17 hlm 11) dan Ibnu Adi (juz 3 hlm 232).
Hadis ini dinyatakan sebagai hadis dhaif oleh Nashir al-Din al-Albani dalam kitab Silsilat al-ahadits al-Dho'ifat wa al-Maudhu'at, juz IV, hal. 222, hadis no. 1851.
2. Hadis Dha'if 2.
Dari Anas bin Malik رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:
إِذا أرَادَ الله بِقَوْمٍ عاهةً نَظَرَ إِلَى أهْلِ المَساجِدِ فَصَرَفَ عَنْهُمْ
Apabila Allah menghendaki penyakit pada suatu kaum, maka Allah melihat ahli masjid, lalu menjauhkan penyakit itu dari mereka.
Riwayat Ibnu Adi (juz 3 hlm 233); al-Dailami (al-Ghumari, al-Mudawi juz 1 hlm 292 [220]); Abu Nu'aim dalam Akhbar Ashbihan (juz 1 hlm 159); dan al-Daraquthni dalam al-Afrad (Tafsir Ibn Katsir juz 2 hlm 341).
Hadis ini adalah hadis dha'if. (lihat Nashiruddin al-Albani, Shahih wa Dha'if al-Jami' al-Shoghir, juz IV, hal. 380, hadis no. 1358).
3. Hadis Dha'if 3.
Sahabat Anas bin Malik رضي الله عنه berkata: "Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:
يَقُولُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: " إِنِّي لَأَهُمُّ بِأَهْلِ الْأَرْضِ عَذَابًا فَإِذَا نَظَرْتُ إِلَى عُمَّارِ بُيُوتِي والْمُتَحَابِّينَ فِيَّ والْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ صَرَفْتُ عَنْهُمْ "
Allah عز وجل berfirman: "Sesungguhnya Aku bermaksud menurunkan azab kepada penduduk bumi, maka apabila Aku melihat orang-orang yang meramaikan rumah-rumah-Ku, yang saling mencintai karena Aku, dan orang-orang yang memohon ampunan pada waktu sahur, maka Aku jauhkan azab itu dari mereka.
Riwayat al-Baihaqi, Syu'ab al-Iman [2946].
Hadis ini dho'if Jiddan. (Lihat Nashiruddin al-Albani, Kitab Shahih wa Dha'if al-Jami' al-Shaghir, juz 9, hal. 121, hadis no. 3674).
4. Hadis Dha'if 4
Sahabat Anas bin Malik رضي الله عنه berkata, Rasulullah ﷺ bersabda:
"إِذَا عَاهَةٌ مِنَ السَّمَاءِ أُنْزِلَتْ صُرِفَتْ عَنْ عُمَّارِ الْمَسَاجِدِ"
Apabila penyakit diturunkan dari langit, maka dijauhkan dari orang-orang yang meramaikan masjid.
Riwayat al-Baihaqi, Syu'ab al-Iman [2947]; dan Ibnu Adi (juz 3 hlm 232). Al-Baihaqi berkata: "Beberapa jalur dari Anas bin Malik dalam arti yang sama, apabila digabung, maka memberikan kekuatan (untuk diamalkan)".
Hadis ini Dha'if. (Lihat Nashiruddin al-Albani, al-Silsilah al-Dha'ifah, juz IV, hal. 350, hadis no. 1851).
Adapun hadis-hadis shahih yang bisa dijadikan sebagai hujjah dalam membimbing ummat untuk menghadapi wabah penyakit antara lain sebagai berikut:
1. Hadis Shahih 1.
Hadits Shahih Riwayat Bukhari dan Muslim.
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الطَّاعُونُ آيَةُ الرِّجْزِ ابْتَلَى اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ بِهِ نَاسًا مِنْ عِبَادِهِ فَإِذَا سَمِعْتُمْ بِهِ فَلَا تَدْخُلُوا عَلَيْهِ وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلَا تَفِرُّوا مِنْهُ
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tha'un (wabah penyakit menular) adalah suatu peringatan dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala untuk menguji hamba-hamba-Nya dari kalangan manusia. Maka apabila kamu mendengar penyakit itu berjangkit di suatu negeri, janganlah kamu masuk ke negeri itu. Dan apabila wabah itu berjangkit di negeri tempat kamu berada, jangan pula kamu lari daripadanya." (HR Bukhari dan Muslim dari Usamah bin Zaid).
2. Hadis Shahih Riwayat Bukhari dan Muslim
قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُورِدَنَّ مُمْرِضٌ عَلَى مُصِحٍّ
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Janganlah yang sakit dicampurbaurkan dengan yang sehat." (HR Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)
Hadis Shahih 3.
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak boleh berbuat madlarat dan hal yang menimbulkan madlarat." (HR Ibn Majah dan Ahmad ibn Hanbal dari Abdullah ibn 'Abbas)
4. Hadis Shahih 4
Hadis Sahih Riwayat Bukhari dan Muslim tentang Anjuran Sholat di rumah ketika hujan pada siang hari Jum'at.
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ أَنَّهُ
قَالَ لِمُؤَذِّنِهِ فِي يَوْمٍ مَطِيرٍ إِذَا قُلْتَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ فَلَا تَقُلْ حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ قُلْ صَلُّوا فِي بُيُوتِكُمْ قَالَ فَكَأَنَّ النَّاسَ اسْتَنْكَرُوا ذَاكَ فَقَالَ أَتَعْجَبُونَ مِنْ ذَا قَدْ فَعَلَ ذَا مَنْ هُوَ خَيْرٌ مِنِّي إِنَّ الْجُمُعَةَ عَزْمَةٌ وَإِنِّي كَرِهْتُ أَنْ أُخْرِجَكُمْ فَتَمْشُوا فِي الطِّينِ وَالدَّحْضِ
dari Abdullah bin Abbas dia mengatakan kepada muadzinnya ketika turun hujan (pada siang hari Jum'at), jika engkau telah mengucapkan "Asyhadu an laa ilaaha illallaah, asyhadu anna Muhammadan Rasulullah, " maka janganlah kamu mengucapkan "Hayya alash shalaah, " namun ucapkanlah shalluu fii buyuutikum (Shalatlah kalian di persinggahan kalian)." Abdullah bin Abbas berkata; "Ternyata orang-orang sepertinya tidak menyetujui hal ini, lalu ia berkata; "Apakah kalian merasa heran terhadap ini kesemua? Padahal yang demikian pernah dilakukan oleh orang yang lebih baik dariku (maksudnya Rasulullah saw). Shalat jum'at memang wajib, namun aku tidak suka jika harus membuat kalian keluar sehingga kalian berjalan di lumpur dan comberan." (HR. Bukhori Muslim dari Abdullah ibn Abbas).
5. Hadis Shahih 5.
Hadis panjang riwayat Bukhari Muslim yang artinya sbb.
Pada suatu ketika 'Umar bin Khaththab pergi ke Syam. Setelah sampai di Saragh, pimpinan tentaranya di Syam datang menyambutnya. Antara lain terdapat Abu "Ubaidah bin Jarrah dan para sahabat yang lain. Mereka mengabarkan kepada 'Umar bahwa wabah penyakit sedang berjangkit di Syam. Umar kemudian bermusyawarah dengan para tokoh Muhajirin, Anshor dan pemimpin Quraish.
Lalu 'Umar menyerukan kepada rombongannya; 'Besok pagi-pagi aku akan kembali pulang. Karena itu bersiap-siaplah kalian! ' Abu 'Ubaidah bin Jarrah bertanya; 'Apakah kita hendak lari dari takdir Allah? ' Jawab 'Umar; 'Mengapa kamu bertanya demikian hai Abu 'Ubaidah? Agaknya 'Umar tidak mau berdebat dengannya. Dia menjawab; Ya, kita lari dari takdir Allah kepada takdir Allah. Bagaimana pendapatmu, seandainya engkau mempunyai seekor unta, lalu engkau turun ke lembah yang mempunyai dua sisi. Yang satu subur dan yang lain tandus. Bukanlah jika engkau menggembalakannya di tempat yang subur, engkau menggembala dengan takdir Allah juga, dan jika engkau menggembala di tempat tandus engkau menggembala dengan takdir Allah? ' Tiba-tiba datang 'Abdurrahman bin 'Auf yang sejak tadi belum hadir karena suatu urusan. Lalu dia berkata; 'Aku mengerti masalah ini. Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Apabila kamu mendengar wabah berjangkit di suatu negeri, janganlah kamu datangi negeri itu. Dan apabila wabah itu berjangkit di negeri tempat kamu berada, maka janganlah keluar dari negeri itu karena hendak melarikan diri.' Ibnu 'Abbas berkata; 'Umar bin Khaththab lalu mengucapkan puji syukur kepada Allah, setelah itu dia pergi.' (HR Bukhari dan Muslim).
*(Dr Agung Danarta, sekretaris PP Muhammadiyah [Dosen Ilmu Hadits UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta])*
Rabu, 11 Maret 2020
Muammar Qhadaffi
MUAMMAR KHADAFFI
Pemimpin yg pro akan rakyatnya, namun jadi korban propaganda kapitalis barat & zionis...
Minggu ini menandai enam tahun pembunuhan Presiden Libya Moammar Khadaffi. Saat itu, Khadaffi sedang melarikan diri dari Tripoli ke Sirte, akibat serangan jet tempur barat AS NATO barbar di ibukota Libya yang makin menjadi sejak penerapan no-fly-zone.
Perjalanannya terhenti di tengah jalan ketika jet Perancis dan drone AS menghancurkan konvoi mobilnya. Terluka, presiden Khadaffi terseok-seok bersembunyi di saluran got, sebelum ditangkap oleh 'pemberontak' buatan AS dan Perancis.
"Jangan tembak, jangan tembak,” kata Khadafi kepada sejumlah tentara NTC yang menyeretnya dari gorong-gorong, seperti dilansir dari Telegraph
Khadafi diarak di jalan setelah diseret dari gorong-gorong. Dengan kepala bersimbah darah dengan busana nyaris tanggal seluruhnya, Khadafi menjadi bulan-bulanan sejumlah tentara
yang tampak puas dengan kemenangannya. Ada yang menodongkan pistol. Ada yang menjambak rambutnya. Beberapa kali Khadafi terjatuh sambil
mengusap wajahnya yang bersimbah darah
Saat tertangkap, Khadafi sudah bersimbah darah. Terluka saat menghindari serangan tentara NATO dan NTC, beberapa menit sebelumnya.
Ketika Kadafi ditangkap dan pemberontak mengelilinginya, Kadafi seperti orang idiot
Khadaffi dihajar secara membabi-buta oleh orang yang notabene rakyatnya sendiri. Orang-orang yang telah diantarnya sebagai pemilik GDP tertinggi per kapita di dunia, memiliki angka harapan hidup terpanjang dan angka kemiskinan yang bahkan lebih rendah dibanding Kerajaan Belanda.
Ia disodomi dengan gagang pisau oleh orang yang notabene rakyatnya sendiri yang sudah diprovokasi oleh pemberontak propaganda barat AS NATO barbar, rakyat rela membunuh yang mengantarkannya untuk menikmati pendidikan gratis, layanan kesehatan gratis, listrik gratis, pinjaman tanpa bunga, hingga apartemen gratis saat mereka menikah.
Ia ditembak di kepala dan di dada oleh orang yang notabene rakyatnya sendiri, yang diantarkannya memenuhi universitas-universitas, yang dikuliahkannya ke luar negeri, lengkap dengan gaji bulanan dan mobil, yang tetap diberi tunjangan meski menganggur setelah lulus.
1986, Khadaffi sempat lolos dari maut. Jet tempur AS menjatuhkan bom seberat 1 ton di barak Khadaffi di Bab al-Azizya. Bom itu tepat jatuh di tempat tidurnya, membunuh putrinya yang berusia 2 tahun, yang sering tidur bersamanya. Malam itu, ia tak berada di tempat.
Baik atau buruk, Khadaffi hanyalah seorang Bedouin yang lahir dalam tenda. Ia membenci kemiskinan dan korupnya dunia Arab, yang didominasi dan dieksploitasi oleh AS, Perancis dan Inggris. Ia juga merupakan pendukung Palestina, Nelson Mandela, Tentara Republik Irlandia dan separatis Basque.
Kini rakyat Libya menyesal telah menggulingkan Kadaffi, Libya Telah hancur, Libya telah dalam genggaman barat AS NATO. Rakyat menjadi budak, yang menikmati adalah elit-elit yang rakus kekuasaan. Pilihan revolusi jauh dari harapan.
"Ketika kami berdemonstrasi menjatuhkan Kadaffi kami bermimpi akan menikmati kekayaan negara ini, sekarang kami menyesal".
.
Kini kami di kelilingi oleh penjahat dan gembong yg haus perang , dan haus akan minyak , kehidupan sangat susah , kemiskinan meningkat dan siang malam kami hidup dalam ketakutan.
Penyesalan selalu datang terlambat.
Nikmati lah sekarang hasil SARACEN orang yg haus akan kekuasaan dan minyak.
Rest in Peace, Colonel !!!
BELAJARLAH DARI PENGALAMAN dan BELAJARLAH DARI SEJARAH..
Cukup sudah Libya, Irak, Suriah dan beberapa negara di Timur Tengah yang hancur dan seluruh rakyat yang terlibat menghancurkan negaranya menyesal yang sudah terasut propaganda barat fitnah hoax, Indonesia tak boleh mengikuti jejak kehancuran akibat kebodohan dan kekonyolan ini.. Sadarlah !!! Waspadalah !!!
Jangan mau kita diadu domba sehingga jadi terpecah belah nya bangsa ini, marilah kita pikirkan kesejahteraan anak cucu kita kedepannya...
SALAM DAMAI .....
Share sebanyak2nya agar masyarakat memahami situasi dg belajar dari pengalaman negara lain
Langganan:
Postingan (Atom)