Selasa, 14 Desember 2010

MANUSIA TIDAK PERNAH MENSYUKURI KEADAAN DIRINYA




Biasanya, gemuk atau kurus senantiasa adalah topik utama kaum hawa, teman sekantor yang berbodi sexy sering kali dengan serta merta menjadi obyek yang dikagumi maupun menimbulkan iri hati.

Sedangkan di dalam 6 kebutuhan pokok masyarakat, yang agak dipersoalkan oleh kaum Adam adalah “otomotif”, dari membeli kendaraan sampai ke berkendaraan.

Barang siapa yang otomotifnya buruk, maka kemungkinan saja dianggap sebagai pecundang. Padahal sesungguhnya, tak peduli Anda memperbandingkan harta kekayaan, penampilan ataupun kedudukan, selalu saja akan ada yang lebih mengungguli, dan niscaya selamanya tak bakal ada habisnya.

Ardilles, penulis tersohor merangkap penerbit pernah mencatat dengan detail di dalam buku larisnya Kehidupan Paruh Bayaku bahwa ia dalam jangka waktu lama terbenam di dalam penderitaan yang menggelisahkan. Dan ia sarankan kepada pembacanya ialah, “Carilah sendiri tolok ukur kesuksesanmu”.

Cara mengatasi iri hati

1) Pilihlah bidang yang Anda kuasai

Psikologis Sherlock Weir menyatakan, “Tatkala Anda tak kuasa menyetop membandingkan, cobalah mengenang suasana masa lalu ketika berjaya di dalam bidang lain dan dengan pengalaman sukses tersebut untuk meredakan rasa iri hati.”

Jika dapat menemukan bidang dimana Anda dapat berekspresi, maka itu dapat secara aktif memperkuat keterkaitan Anda dengan kalangan tersebut. Seorang wanita yang mahir menunggang kuda, karena tekniknya bagus maka ditingkatkan dengan mengikuti lomba pacuan kuda profesional.

Di depan para pesaing, walau bisa saja secara spontan muncul perasaan iri hati, akan tetapi bersamaan dengan itu juga membangkitkan penampilan yang lebih baik di arena balap.

Cari keistimewaan diri sendiri, dengan sendirinya kepercayaan diri juga meningkat. Temukan wilayah dimana Anda bisa unggul, terkadang membutuhkan terus menerus bereksperimen dengan kesalahan. Jika bisa menemukan bakat diri sendiri, dan pada tempat yang tepat dapat mengembangkannya hingga maksimum, maka boleh dibilang Anda adalah jenius dalam berpikir positif !

2) Ubah kelompok

Pakar ekonomi, Robert Frank berpendapat, “Jika telah bosan menjadi orang termiskin di jalanan ini, maka pindahlah ke wilayah yang agak sederhana!”

Meskipun kita tidak mampu menekan cognitive diri sendiri, tetapi memiliki kebebasan mutlak untuk memilih teman, tetangga dan rekan kerja.

Mempertimbangkan mau ikut kelompok mana, mempengaruhi obyek dari rasa iri hati atau pengidolaan kita, tetapi pengendalian diri dalam membandingkan dengan orang lain adalah semacam metode modifikasi yang baik.

Walaupun dengan mengubah kelompok bergaul membutuhkan harga cukup mahal, sepenuhnya tergantung bagaimana Anda mengukurnya. Misalkan saja, apakah Anda rela menjadi ujung tombak penyerang di klub sepak bola tak terkenal? Ataukah sebagai pemain cadangan di klub sepak bola tersohor ?

Di klub sepak bola bergengsi, barangkali saja Anda akan mendapatkan juga undangan ke acara resepsi dan memperoleh tempat duduk yang tak penting di pergaulan kalangan atas, namun orang yang jeli bisa menilai sebenarnya Anda berbobot atau tidak.

3) Menemukan tempat di lingkungan budaya yang lebih kecil

Meski tidak mudah untuk segera pindah pekerjaan atau mencari rumah, Anda bisa saja mencari beberapa lingkungan budaya kecil, menemukan diantaranya kelompok gaul yang Anda inginkan.

Misalnya David Brooke, kolumnis New York Times mengambil Amerika sebagai contoh, “Amerika bukanlah negara dengan konsep kelas yang kuat, secara lebih mendasar, ia sebenarnya kumpulan dari berbagai kelompok independen, setiap kelompok memiliki ciri yang mereka sukai.”

Misalkan saja, diantaranya bisa ditemukan ekstremis anti pemanasan global, penggemar olah raga terukur, atau penggila musik jazz dan lain sebagainya. Di dalam lingkungan tersebut mengekspresikan diri semestinya tidak terlalu sulit. Tak peduli posisi kewenangan Anda di dalam situ bagaimana, kelompok-kelompok itu akan memperkokoh konsep nilai dan rasa kebersamaan Anda.

Komunikasi antar kelompok-kelompok kecil ini juga cukup terbatas. Suatu perubahan kekuasaan, bagi orang dalam boleh dibilang kemungkinan adalah menggemparkan, tetapi bagi orang luar yang meneliti dari arah luar, bagaikan bersendawa yang sama sekali tidak berarti. Seperti psikolog yang menyukai orang lain menggunakan namanya sebagai referensi formulir psiko-test, walaupun jarang ada orang yang akan memperhatikan nama siapakah gerangan ini.

4) Lebih baik sebagai kepala ayam daripada sebagai ekor sapi

Di depan mata terdapat 2 pilihan, satu ialah menjadi pengacara di desa, orang di komunitas itu mengenal diri Anda, bahkan papan nama di depan pintu tertera nama Anda. Ataukah menjadi salah seorang pemegang saham yang kosong di sebuah biro konsultan pengacara besar, maka Anda akan memilih kehidupan yang mana?

Tak dapat dipungkiri, banyak orang seringkali di dalam lingkungan kecil lebih bisa berkembang.

Robert Frank memberi contoh seorang temannya yang meski prestasinya saat remaja tidak menonjol, nilainya tidak mampu membawanya masuk ke sekolah ternama di kota, terpaksa beralih ke sekolah negeri di pedesaan.

Tak dinyana di sekolah desa ia malah bagaikan ikan yang memperoleh air, akhirnya ia diterima di sebuah Perguruan Tinggi yang termasyur. Sesudah menjauhi lingkungan besar, apabila bisa dengan cara inovatif atau lateral (berbalikan) mengembangkan jalan keluar sendiri yang unik, sejak saat itu nasib seumur hidup mungkin sudah bisa diubah.

5) Semakin matang seiring bertambahnya usia

Mengenal poin ini sangat penting, ia juga adalah pedoman orang-orang untuk menekan iri hati. Survey membuktikan, kebiasaan membandingkan, akan berangsur berkurang seiring dengan pertambahan usia.

“Sewaktu ibu saya masih muda, sangat iri hati terhadap kawan-kawan wanitanya.” Sarah S. mengenang. Sampai pada suatu hari ibu Sarah yang berusia 60 tahun mengungkapkan, persahabatannya dengan kawan-kawan lamanya itu semakin lama bagaikan saudara kandung. Dia baru merasakan peningkatan pemahaman terhadap sanubari sang ibu. Ketika wanita itu telah melampaui masa kematangannya yang penuh energi, kecenderungan iri hati terhadap rekan sesama perempuan akan semakin surut.

6) Mencipta rasa aman sejati

”Soroton mata Anda seyogyanya alihkan dari orang lain, taruhlah alat pendeteksi itu pada hati Anda dan periksalah dengan teliti, carilah benih keiri-hatian di dalamnya, hapuskan suara yang usang serta pengalaman yang telah lampau.

"Pusatkan segenap hati Anda, dengan baik-baik bentuklah perasaan aman yang sejati pada emosi dan pribadi Anda!” demikian kata Jennifer James di dalam buku Perjalanan Nurani.

Tatkala rasa iri hendak bergerak, pikirkan dahulu hal apa yang memang betul-betul penting bagi Anda? Apakah merupakan target Anda sendiri? Bisa mencapai apakah kemampuan dan sumber daya Anda? Itu bisa membantu Anda lepas keluar dari persaingan psikologis, dengan kepala tegak dan langkah tegap melangkah menuju kehidupan milik anda sendiri.

7) Pahami kesejatian hidup

Ini adalah pedoman tertinggi menyelesaikan rasa iri hati . Manusia hidup di dunia, memiliki hawa nafsu dan rasa sentimental, semuanya secara naluri ingin hidup dengan lebih baik, bisa hidup dengan lebih terpandang dan terhormat.

Justru karena manusia memiliki angan-angan, dalam hati kecilnya bisa tumbuh rasa sentimental berupa cinta dan benci, ini adalah daya penggerak timbulnya iri hati.

Apabila seorang manusia bisa menyadari, bahwasanya manusia hidup di dunia, tujuannya sesungguhnya bukan demi hidup dengan lebih baik, dengan lebih terpandang dan terhormat, melainkan demi kembali ke jati diri yang asli/suci, balik ke sifat pokok alami manusia.

Jika bisa mengenali hal ini, maka perolehan dan kehilangan dalam hal materi dan kepuasan terhadap hawa nafsu dan rasa sentimental menjadi tidak begitu penting lagi, maka akan mampu mengurangi hingga menghapus daya gerak timbulnya iri hati.

Tentu saja cara melalui pemahaman kesejatian hidup hingga berhasil mengendalikan iri hati, bukannya dengan mudah dapat dilakukan oleh setiap orang, namun jika Anda benar-benar mau bertekad mengatasi iri hati, maka selain merupakan cara yang efektif, juga merupakan pedoman tertinggi yang bisa menuntaskan masalah iri hati.

LENTERA KEHIDUPAN

LENTERA KEHIDUPAN

RAHIM AUDAH

(MOTIVATOR ZAKAT 2FA TERSENYUM )

Cerita di bawah ini saya angkat dalam dialog interaktif tentang problema kehidupan di RRI Banjarmasin setiap sabtu malam pukul 22.00 s/d 23.45 wita

Alkisah, suatu malam, seorang buta berpamitan pulang dari mengunjungi sahabatnya yang sedang sakit.

"Hai sobat, aku pulang dulu ya, cepat sembuh deh biar lain kali kita bisa ngobrol lebih lama lagi."

"'Bentar, aku ambilin lentera dulu ya," sahut temannya.

"Hahaha....buat apa lentera? Lentera sebesar orang pun aku juga nggak bisa lihat. Sudahlah, aku pasti bisa pulang kok!"

"Di luar sudah gelap. Lentera ini untuk orang lain agar bisa melihat kamu, supaya mereka tidak menabrakmu," jawab sahabatnya dengan lembut.

Akhirnya si buta pun membawa lentera itu dalam perjalanan pulangnya.

Tak berapa lama, ada seorang pejalan kaki yang menabraknya. Dalam kagetnya dia berseru:
"Hai! Kamu kan punya mata, beri jalan buat orang buta dong!"

Si penabrak tidak ambil peduli, dan berlalu begitu saja.

Tidak terlalu jauh berjalan, seorang pejalan lainnya kembali menabrak si buta. Kali ini si buta mengumbar marahnya.

"Hai! Apa kamu buta? Tidak bisa melihat ya? Aku membawa lentera ini supaya kamu bisa lihat dan tidak nabrak orang."

Pejalan kaki itu dengan sengit menjawab,"Kamu yang buta! Lihat tuh, lenteramu padam!"

Keduanya sama-sama tertegun.

Si penabrak yang menyadari situasi segera berkata, "Oh oh, maaf. Sayalah yang 'buta', saya sungguh tidak melihat kalau Anda adalah orang buta."

"Tidak, tidak apa. Saya tidak tahu kalau lentera ini padam. Maafkan kata-kata2 kasar saya," jawab si buta tersipu malu.

Dengan tulus, si penabrak membantu menyalakan kembali lentera yang dibawa si buta, dan kemudian mereka pun melanjutkan perjalanan masing-masing.

Pada saat yang bersamaan, seorang pejalan kaki kebetulan berada di dekat situ. Dalam keremangan malam, nyaris saja dia menabrak mereka. Dalam hati dia berkata, "Rasanya lain kali aku harus membawa sebuah lentera juga. Jadi aku bisa melihat jalan dengan baik dan orang lain juga bisa ikut melihat jalan mereka."

Pembaca yang budiman,

Cerita tadi sesungguhnya mewakili berbagai karakter manusia. Si buta diselubungi kegelapan batin, keangkuhan, ego, dan kemarahan. Selalu menunjuk ke arah orang lain dan tidak mau mengakui kebebalannya. Tetapi di dalam perjalanan "pulang", dia belajar menjadi bijak. Ia menjadi lebih rendah hati karena menyadari kebutaannya dan adanya belas kasih dari pihak lain. Ia juga belajar menjadi pemaaf.

Penabrak pertama mewakili ketidakpedulian dan kurang kesadaran. Sedang penabrak kedua mewakili kondisi manusia pada umumnya: saat menyadari kesalahan, segera meminta maaf dan berusaha memperbaikinya.

Lentera melambangkan sinar dan terang!!! Dalam bahasa spiritual melambangkan sebagai kebijaksanaan.
Setiap manusia selayaknya menjadi lentera dan terang bagi dirinya sendiri, mampu melindungi diri sendiri, menghindarkan diri dari mara bahaya serta membawa terang bagi insan di sekitarnya.

Karena sesungguhnya, sejuta lentera dapat dinyalakan dari sebuah lentera, tanpa meredupkan sedikit pun terang cahayanya. Demikian pula dengan lentera kebijaksanaan, tak kan pernah habis terbagi.

Senin, 13 Desember 2010

AMALAN PENGHAPUS DOSA

Rasulullah bertanya,"Maukah kalian aku tunjukkan suatu amalan penghapus dosa & pengangkat derajat?""
Mau Ya Rasulullah",jawab sahabat.
"Wudhu dengan sempurna disaat engkau enggan berwudhu
(saat dingin, malas, capek tetepi tetap semangat wudhu),
memprbanyak langkah ke mesjid, dan menunggu waktu sholat ke waktu sholat"
(antara magrib ke isya diselingi dengan zikir, diskusi baca Alquran memperbanyak sholat sunnah).
(muttafaqun alaihi)

MULTIPLIER EFFEK SHODAQOH

Multiplier effek shodaqoh

Rahim Audah
(Motivator Zakat 2fa Tersenyum)

Mulplier efek atau biasa disebut dengan efek ganda, keadaan menjadi ganda terhadap manfaat shodaqoh sangat luas, utamanya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dengan cara dikumpulkan ke lembaga pengumpul shodaqoh dan didistribusikan dengan pengawasan yang ketat untuk membantu usaha kecil dan kalangan yangng kurang mampu. Shodaqoh yang dikumpulkan akan menjadikan modal yang besar yang bisa digunakan untuk membantu sektor pembiyayaan secara islami yang pengembalian nya lebih murah dan lebih mudah. sedangkan efeknya akan lebih besar untuk peningkatakan taraf ekonomi masyarakat da kesehatan masyarakata serta kegiatan kegiatan lain yang lebih bermanfaat untuk kalangan pemuda yang tidak meneruskan sekolah dengan mengikuti pelatihan pelatihan yang dibiayayai dari badan pengunmpul shodaqoh.

Rahim Audah Motivator zakat 2fa Tersenyum mengajak masyarakat kalimantan selatan untuk bersama sama memberikan zakat dan infaqnya ke lembaga lembaga zakat dan infaq didaerah ini sehingga dananya kan digunakan juga untuk pembangunan pendidikan, fasilitas pendidikan, pelatihan pelatihan keahlian, prasarana ibadah dan rumah sakit dan pengembangan keahlian masyarakat kalimantan selatan sendiri.





Rahim Audah Memandu acara

di TVRI Kalsel

Untaian kata yang indah disampaikan dalam alunan suara Ustad Rahim Audah dalam membawakan perbincangan up todate Habluminallah habluminannas bersama pengurus masjid Arrahim Banjarmasin. Dalam ungkapanya M.Naim mengatakan kepekaan terhadap lingkungan sangat diperlukan dalam kaitanya habluminannas. Kepekaan terhadap masyarakat sekitar dan kepekaan keadaan sekitar, sebagai contoh bila kita melalui jalan dan dijalan itu ada duri selayaknya kita yang mengetahui harus menyingkirkanya bukannya pura pura tidak tahu.

Bila kita berkelibihan maka kita akan melihat sekeling kita siapa yang kurang mampu maka kita akan membantu mereka dan seterusnya.

Sikap empati akan ditumbuhkan sejak dini dan dicontohkan secara terus menerus untuk memperbaiki ahlak manusia dalam kepedulianya terhadap sesama.
Acara TVRI Banjarmasin.

MOTIVATOR ZAKAT

Rahim Audah Motivator Zakat

di Radio Abdi Persada Setiap Rabu malam

Pada Rabu malam pukul 20.00 s/d 21.00 wita Rahim Audah mengisi acara di Radio Abdi Persada dalam pembahasan Energi Shodaqoh mempunyai Effek ganda yang berlipat, Topik tersebut akan mendorong pengertian bahwa shodaqoh bila dilakukan dengan benar akan memberikan effek yang besar bagi pemerataan kemakmuran masyarakat dengan peningkatan ekonomi yang disebabkan oleh shodaqoh. Shodaqoh Juga bisa mendorong perekonomian semakin maju bila dilakukan dengan benar.
Kami juga mengajak masyarakat untuk suka memberi dan tidak suka menerima. Dimaksudkan apabila masyarakat suka memberi dan tidak suka menerima maka secara jangka panjang akan menghilangkan sikap untuk berkorupsi.


Acara tersebut di asuh oleh ustad Rahim Audah S.Ag. M.Ag. dari Yayasan 2fa tersenyum.

WALIKOTA BANJARMASIN

yayasan dhuafa tersenyum Banjarmasin

Audiensi dengan Walikota Banjarmasin

Tanggal 2 Juni 2009 bertempat di kantor Walikota Banjarmasin, 2fa tersenyum silaturahmi dengan Walikota banjarmasin H Yudi Wahyuni, tema yang dibahas adalah permasalahan yang ada di Kota Banjarmasin, selain itu kami juga memperkenalkan diri sebagai Organisasi swadaya masyarakat yang aktif dalam memberikan masukan masukan ke Pemerintah dan masyarakat dengan memberikan contoh cotoh kinerja yang telah berjalan serta menawarkan kerjasama dengan pemerintah kota dalam hal:
  1. Kebersihan lingkungan kota
  2. Pelatihan kewirausahaan untuk kalangan usaha kecil dan kaki lima
  3. Pengawasan kebersihan makanan
  4. Gelorakan back to river
  5. Pengembangan pendidikan
  6. Penanaman pohon
  7. Pemberdayaan masyarakat kota
  8. Pelatihan Psikology
  9. Pelatihan IT
  10. Pelatihan managemen dan Marketing
  11. Pelatihan Motivasi

Lebih jauh walikota Bapak Yudi Wahyuni menyampaikan persetujuanya untuk kerjasama dalam hal perbaikan kehidupan bermasyarakat dan pembangunan berketerlanjutan.